worldandlife

Archive for the ‘My Live’ Category

Aku terdampar dalam kesunyian dan kesepian yang merajalela di hati.
Aku terus bergumam ketakutan.
Bukan makhluk halus yang sedang menghantuiku.
Namun, trauma masa lalu yang telah membayangiku, mengikuti setiap langkah kakiku.
Yang kurasakan adalah trauma hati.
Trauma disakiti, tersakiti, dan berlarut-larut dalam kesakitan hati.

Bersusah payah aku bangkit dari lingkaran hitam yang disebut galau. Berpuluh pil anti galau telah dikonsumsi oleh batinku.
Namun, efek sampingnya adalah : aku menjadi kebal.
Kebal dengan sebuah virus yang namanya cinta.

Aku terlalu takut dengan virus itu. Virus mematikan itu memiliki beragam gejala seperti :
manis di awal, indah di pertengahan namun pahit di akhir cerita.
ada pula, manis di awal, nyesek di pertengahan sampai akhir.
Bahkan ada yang nyesek pada awalnya namun berakhir indah.

Tapi, virus itulah yang sangat aku takuti.
Hatiku terlalu sakit (di masa lalu) sampai akhirnya, beginilah jadinya.

*back to the reality*
sosoknya tidak lagi membayangiku Namun, rasa sakit (di waktu lampau) yang berkelebat di memoriku.

Yeayyy! Finally, i can do it!
Guess what, one of the hardest thing, that’s MOVE ON!
Why? Why I can do it?

Dimulai dari proses penggalauan berkepanjangan tiada akhir. Menyakitkan. Terlalu banyak kenangan manis yang sukar untuk dilupakan. Tak sedikit janji dan harapan-harapan manis yang diumbar di masa lalu. Dan, satu sosok yang melekat kuat di hati.

Mendengar lantunan singkat lagu extra melow seperti ‘Raisa- Apalah arti menunggu’ , ‘Sammy Simorangkir- Kesedihanku’ , ‘Adele – Don’t you remember’ , ‘Avenged Sevenfold – So far away’ , etc membuatku terbuai akan kenangan masa lalu. Memori-memori indah itu berkelebat di kepalaku, membuatku terbang melayang dan jatuh tersungkur kesakitan pada akhirnya.

Di akhir tahun 2011, aku sadar. Berkutat dalam lingkaran hitam kegalauan, tak akan membawa keuntungan. Aku bertekad mengakhiri kegalauan ini. Aku pun memulai hari-hari di tahun 2012 dengan senyuman lebar anti kegalauan. Aku mulai menapaki jalan manis yang kuharap berujung pada proses ‘Move ON’

Namun, tekadku goyah di akhir Bulan Januari. Aku sempat iseng, melakukan aksi memata-matainya lewat account facebook. Sungguh absurd. Tapi begitulah, aksi stalker ulung yang mencoba Move ON. And guess what! Hampir saja sungai air mata yang bermuara ke lautan kepedihan, berlahan di depan laptopku. Aku shock pangkat 100. Saat mengetahui, ‘the beautiful person in the past’ sudah mencuri start Move ON di awal perlombaan hati. Singkat kata, he’s got the new one. Mungkin belum terlalu jelas ya? He’s already taken, he has a new girlfriend. Copy that? It’s so hurt… That’s all.

Kegalauanku memuncak sampai pada pertengahan Februari. Bulan ini memiliki seabrek kisah. Yap, di bulan ini juga dirinya akan merayakan ulang tahun. So what? Aku harus memberikannya ucapan spesial? Atau aku harus memberikannya kado yang melambangkan isi hatiku? Kalau begitu, aku akan menuliskan ucapan yang isinya seperti ini:
“Happy Birthday, ya. May God bless you always. Semoga panjang umur, sehat selalu dan sukses. Oya, I hope you’ll always remember our memories. Keep in touch ya?”
Oh come on! Itu ucapan ulang tahun yang berujung pada sindiran binti curhatan.
Kalaupun aku bisa memberikannya sebuah kado yang menjadi simbol perasaanku, maka aku akan memberinya gambar awan hitam, sebuah MP3 dengan playlist segepok lagu galau dan sekotak tissue. Silahkan, diterjemahkan artinya.

Hari ulang tahunnya tiba. Hal-hal konyol diatas, tak mungkin kulakukan. Yang kulakukan hanyalah mengirimkan sebuah pesan singkat berisi :

“Hai. Do you remember me? I’m your oldfriend. Oya, tadi aku dapat notification di kalender bb. Kebetulan kalender bbku, connect ke FB. Jadi muncul deh, notif kalo kamu hari ini ultah.

Happy Birthday ya. God bless you always. I wish nothing but the best for you. Xoxo”

Yayaya, sedikit jaim. Kalo dibaca lagi, isi pesannya seperti mempromosikan produk BB, dengan segala macam kecanggihan fiturnya. Hahaha, whatever! I don’t care.

Tapi, di hari ultahnya aku mendapat sebuah pencerahan. Entah darimana datangnya. Mungkin inilah, kekuasaan Tuhan. Dengan sendirinya aku tersadar. Terus-terusan berharap padanya hanyalah suatu omong kosong. It’s so yesterday! Life must go on! There are so many boys, they gave me many chances but I refused their love. I have to find someone that better than him.

Sekarang, aku mulai kebal mendengarkan lagu-lagu galau. Tak ada lagi awan kelabu, air mata kepedihan dan sakit hati tiada akhir. Hari-hariku mulai terbebaskan dari kegalauan. Silahkan saja ingatkan aku tentang kenangan masa lalu itu, dengan tekad yang kuat aku akan menjawab “It’s just a beautiful mistake”

2 Desember 2009

Waktu itu, gue ama temen gue diundang ikut Asia-Pasifik Ceremony salah satu kompetisi film pendek di Singapura. Nah, kebetulan gue dan temen gue itu jadi perwakilan Indonesia.

Di acara ini ada salah satu moment yang bikin gue ngakak setengah mati. Waktu farewell party, semua peserta diundang ikut makan malam di salah satu restoran. Terus, di salah satu pojok restoran ada tumpukan kostum lucu-lucu yang bisa kita cobain. Dengan semangat 45 gue dan temen gue itu, langsung nyobain kostumnya. Wuiihh, ada wig, kacamata alay, topi blink-blink, syal bulu, dll. Langsung deh, jepret-jepret (lumayan buat diupload).

Pas lagi foto-foto salah satu peserta dari salah satu negara (gak usah disebutin) nyamperin gue terus ngomong,
“May I bsdhcbsdahduyefrsjbhbwasubcuds”
Ya ampun, ngomongnya cepet banget. Terus gue bilang “Pardon?”
Dan dia ngejawab
“May I qjhwdb cdkbskuabgcuwdbsudavdu”
kali ini ngomongnya lebih cepat sampe-sampe gue gak ngerti. Temen gue yang bisa dibilang punya kemampuan Bahasa Inggris yang hebat, juga gak ngerti. Untuk kedua kalinya gue nanya lagi
“Pardon”
Dan dia ngejawab dengan kecepatan ngomong yang kayaknya diatas rata-rata. Kita kebingungan lagi. Malu dong kalo mau nanya lagi. Mungkin karena bantuan semesta, si bule tadi kayaknya bisa ngebaca pikiran kita. Akhirnya dia ngomong dengan super lambat, plus ngeja-ngeja gitu (dia pikir kita gak bisa Bahasa Inggris -_- )
“May (nafas)….I…..Bor…row….the…haaaaatttt?”
Fiuuh, kita ngerti juga . Tapi rada malu sih, karena kalo didengar jadi kayak ngajarin anak TK belajar Bahasa Inggris -__-”
Dengan accent sok british, gue ngejawab
“Ohh sure”
Setelah itu gue ngomong ke temen gue dengan suara kenceng,
“Yaelah, mau minjem topi aja ngomongnya cepet banget kayak dikejar perampok. Pelanin dikit boleh kan?”